Ternak Kambing Domba

100_4585

Shallom Sobat Radio Karyakasih live streaming Selamat Natal dan Tahun Baru 2013. Belum lama ini penulis baru pulang dari Jogjakarta dan Solo. Ada hal yang menarik yang perlu saya sampaikan di sini. Di Solo saya bertemu dengan Mas Joko, beliau adalah salah satu pemimpin klompencapir di daerahnya, saya tertarik dengan budidaya ternak kambing dombanya, dimana kelompok Mas Joko ini dapat bantuan dari Pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan untuk petani di daerahnya yang kemarin sawahnya habis diserang hama wereng, saya lupa menayakan jenis apa werengnya. Tapi yang jelas sangat merugikan bagi petani, dimana panen ,mereka gagal. Padi kelihatan utuh tapi lama-lama busuk karena bulir padinya dimakan hama wereng. Sebenarnya hama wereng ini bisa diatasi dengan semprotan hama, tapi kalau sudah banyak dan tidak terkendali lagi ya tidak ada cara lain kecuali memusnakannya dan panen gagal. Petani bisa rugi hingga ratusan juta rupiah, tergantung berapa banyak yang diserang hama wereng. Mas Joko ini seorang Insinyur Pertanian jebolan dari Perguruan Tinggi Negeri. Karena pekerjaannya membina kelompok tani maka badannya item, tetapi semangatnya luar biasa untuk membantu orang yang kesusahan, dan memberikan lapangan pekerjaan, ide-ide cerdasnya selalu muncul disaat smua jalan terertutup. Salah satu contohnya beternak kambng domba, secara gadon (kerjasama dengan memberikan separo hasil ternaknya apabila beranak). Dan para petanipun sangat antusias, karena ada pekerjaan baru selain kerja di sawah yang saat ini sedang gagal panen. Setelah Mas Joko dengan rekan-rekannya kemaren demo dan diliput berbagai media, maka bantuan pemerintahrun turun melalui bupati. Mas Joko dan kelompoknya diberi bantuan untuk ternak kambing sekitar 30 ekor indukan. Kambing dibuatkan kandang di sebelah rumahnya di tanah kosong milik kel Mas Joko. Karena kepeduliaanya terhadap warga miskin, Mas Joko hanya memberikan jalan aja semua diurus para petani dengan sistem gadon. Mas joko saat ini bekerja di perusahaan Swata dan sebagai penyuluh pertanian (PPL dari perusahaan tempat kerjanya).  Menurut Mas Joko kambing indukan ada beberapa macam jenisnya diantaranya : kambing gembel untuk diambil dagingnya, kambing domba juga untuk diambil dagingnya juga, kambing etawa untuk diambil air susunya buat obat dan bahan kosmetik. harga kambing indukan jenis kambing gembel 1 jutaan, dan kambing domba 1,5 juta, serta kambing etawa bisa mencapai 5 jutaan. Masa melahirkan kambing 7 bulan sekali, jadi setiap 7 bulan sekali kambing langsung dibagi dua, biarpun kambing masih satu kandang tapi sudah menjadi milik dua orang. Sistim ini dianggap yang paling adil saat ini. Makanan kambing rumput dan dedaunan yang tidak beracun, ada juga yang dikasih makan daun lamtoro tapi kurang bagus buat kesehatan kambing dan dapat menyebabkan kambing sakit dan mati. para peternak gadon lebih tahu merawat memberikan makan yang terbaik dan membersihkan kandang kambing. Ide Mas Joko ini menginspirasikan saya, bagaimana untuk hamba-hamba Tuhan di daerah di fasilitasi dengan bantuan ternak kaming domba, karena kalau berhasil bisa turun temurun, makananpun gratis, berbeda dengan binatang ternak lainnya yang makanan 70% beli dan memerlukan modal besar, belum kalau mati sangat merugikan peternak. Saya sempat bertanya sama Mas Joko, kenapa tidak memilih ternak lainnya misal ayam, ikan lele, Mas Joko bilang ternak kambing dan sapi yang dirasakan sangat menguntungkan sekali karena pakannya gratis dan merawatnya mudah, dibandingkan ternak ayam. Inilah sekelumit oleh-oleh dari Solo. Foto yang diatas adalah foto kambing-kambing Mas Joko

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.